27 Okt

Fungsionalitas dari ECM (Enterprise Content Management)

Beberapa fungsionalitas yang tercakup dalam Enterprise Content Management (ECM) :

  • Document management : Fungsi Check-in/checkout control, versioning, dan security (permission).
  • Web Content Management - ability to remove the webmaster bottleneck, managing dynamic content and content authoring, general ease of use
  • Records management – Kemampuan untuk mematuhi hukum dan regulasi yang ada mengenai penyimpanan dokumen, pengarsipan dan otomasi penyimpanan dan penghapusan.
  • Document capture dan document imaging untuk mengelola dokumen dalam bentuk kertas, mulai dari proses scanning sampai menjadi format elektronik.
  • Document Sharing yang tersentralisasi dan mendukung kegiatan bisnis yang ada, dan mengatur hak akses setiap user.
  • Workflow untuk mendukung proses bisnis, memberikan suatu task, dan membuat audit trail untuk content.

Sumber :

www.contentmanager.eu.com/ecmq.htm



27 Okt

Apakah Perusahaan Kami Memang Perlu Implementasi ECM?

Larry Oliver dari FileHold Systems  memberikan list pertanyaan yang bisa mengindikasikan bahwa Anda bisa memanfaatkan ECM
untuk menunjang aktivitas bisnis di perusahaan Anda :

  • "Bagaimana caranya kita bisa menyingkirkan semua kertas ini dan mengurangi filing cabinet dan biaya penyimpanan off site?”
  • "Setiap versi dari kontrak ini berbeda, versi mana yang terbaru? Dan siapa yang mengerjakan versi terbaru tersebut? "
  • "Bagaimana caranya melakukan pencarian spesifik untuk dokumen atau file dengan suatu keyword tertentu? "
  • "Saya memerlukan system yang bisa mengingatkan saya dan memberikan akses cepat ke dokumen yang perlu saya edit/perbaharui. "
  • Semua orang bisa mengakses file dan dokumen saya. Apakah saya bisa membatasi siapa saja yang bisa membaca dan siapa saja yang bisa edit dokumen dan file saya itu.
  • Kenapa lama sekali untuk mendapatkan 5 approval untuk dokumen yang direvisi?
  • "Bagaimana kita bisa mematuhi regulasi yang ada mengenai penyimpanan dokumen?"
  • “Setiap kantor cabang memiliki file tersendiri untuk topik yang sama. Duplikasi yang tidak perlu!”
  • Sumber : http://www.bstormweb.com/fileholdprofile.html
     

26 Okt

SugarCRM - Powerful Customer Relationship Management System

Customer Relationship Management (CRM) bukan hanya sebuah konsep atau  sistem, melainkan strategi bisnis dengan tujuan untuk memahami,  mengantisipasi dan mengelola kebutuhan dari organisasi dan pelanggan  yang potensial. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa cost untuk  mengakusisi customer/klien baru jauh lebih besar dibandingkan cost untuk  mempertahankan customer/klien yang sudah ada. Di sinilah peran CRM  sangat menentukan untuk membina hubungan bisnis dengan para customer/klien yang sudah ada maupun membangun hubungan bisnis dengan customer/klien yang baru.

SugarCRM
, yang merupakan solusi CRM berbasis open source yang terbaik di kelasnya, telah mengakomodasi semua kebutuhan dalam membangun dan membina hubungan bisnis yang dimiliki perusahaan.

Why CRM?
  • Cost untuk akuisisi customer baru >> Cost mempertahankan customer yang ada
  • CRM membantu mengidentifikasi dan membuat perusahaan fokus pada customers yang profitable
  • Memberikan loyalitas pada customer melalui better customer service (berdasarkan riset, customer satisfaction meningkat 22%  setelah pemakaian CRM)
  • Meningkatkan sales  dengan mengidentifikasi kebutuhan baru
  • Dengan adanya data customer yang terdistribusi dan di-share produktivitas karyawan meningkat sebanyak 17%
Why SugarCRM?
  • SugarCRM memenangkan : Product of the year (CIS Magazine - 2008), dan Best Open Source CRM Solution Award (Infoworld - 2007 dan 2008)
  • Dipakai di 1,200+ perusahaan di 30 negara dengan 100,000+ end user
  • User Friendly and Flexible
  • Total Ownership Cost yang Rendah di kelasnya
 
 
 

 

26 Okt

Award untuk SugarCRM tahun 2009

SugarCRM Profesional telah terpilih sebagai "Best Open Source Solution" oleh Software & Informasi Industry Association (SIIA) 2009 CODiE Awards. SugarCRM merupakan sistem CRM berbasis web, yang bisa digunakan perusahaan untuk mengelola seluruh hubungan dengan pelanggan/klien.

Berbagai penghargaan/award yang juga diraih oleh SugarCRM pada tahun 2009, meliputi:

  • ISM Top 15 SMB CRM Award - SugarCRM 5.2 terpilih sebagai salah satu dari 15 besar sistem CRM terbaik dalam kategori small medium business
  • Customer Interaction Solutions CRM Excellence Award 
  • Stevie Awards for Sales & Customer Service 
  • Small Business Computing Excellence in Technology Awards 
  • Intelligent Enterprise 2009 Editor's Choice Awards

22 Okt

Sekilas Mengenai Enterprise Content Management

Enterprise Content Management atau yang biasa disebut ECM adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengatur, mengelola dan capture konten dan dokumen yang terlibat dalam proses bisnis. ECM mengatur konten dan dokumen dalam keseluruhan siklus hidupnya, mulai dari pembuatan, pengiriman, revisi, dipublikasikan, dan akhirnya diarsipkan.

ECM dapat digunakan pada semua tingkat pekerjaan (mulai dari pemasaran, operasi, sumber daya manusia, keuangan dan tingkat strategis). Selain itu, ECM juga memiliki beberapa fungsionalitas untuk membantu pengguna menangani informasi.

Beberapa fitur yang paling umum dimiliki oleh sistem ECM adalah: versioning content/dokumen, workflow dokumen, full text search, hak akses, kolaborasi pengguna untuk mengerjakan suatu dokumen.

Beberapa sistem ECM yang telah dikenal luas: Alfresco (berlisensi Open Source), SharePoint, Documentum, Open Text.

21 Okt

Selamat datang untuk klien kami yang baru - Rabobank

Dengan bangga, kami mengumumkan bahwa Rabobank Indonesia, telah menjadi klien kami. Rabobank membutuhkan sistem CRM untuk meningkatkan layanan dan hubungan dengan para Customer, dan pilihan mereka jatuh pada SugarCRM dan kami terpilih menjadi vendor Rabobank melalui proses seleksi dengan beberapa vendor lainnya. SugarCRM untuk Rabobank memerlukan suatu proses bisnis yang cukup unik. Sistem CRM, dalam hal ini SugarCRM, dari awalnya lebih dirancang untuk perusahaan Business to Business (B2B). Dalam B2B, customer yang dilayani adalah dalam bentuk perusahaan atau organisasi, bukan perorangan. Dengan bangga, kami mengumumkan bahwa Rabobank Indonesia, telah menjadi klien kami. Rabobank membutuhkan sistem CRM untuk meningkatkan layanan dan hubungan dengan para Customer, dan pilihan mereka jatuh pada SugarCRM dan kami terpilih menjadi vendor Rabobank melalui proses seleksi dengan beberapa vendor lainnya. SugarCRM untuk Rabobank memerlukan suatu proses bisnis yang cukup unik. Sistem CRM, dalam hal ini SugarCRM, dari awalnya lebih dirancang untuk perusahaan Business to Business (B2B). Dalam B2B, customer yang dilayani adalah dalam bentuk perusahaan atau organisasi, bukan perorangan. Sedangkan bank merupakan perusahaan B2B dan B2C. Melalui brainstorming session yang cukup panjang, kami berhasil merumuskan proses bisnis untuk kebutuhan ini, Sistem CRM : SugarCRM untuk B2B dan B2C.

15 Okt

CRM, for me or for the customers?

Para sales dan marketer seringkali memiliki pandangan yang berbeda terhadap sistem CRM (Customer Relationship Management).

Ada golongan yang berpendapat bahwa sistem CRM itu fungsi utamanya untuk membantu beban kerja mereka sebagai sales dan marketer.

Namun ada golongan lain yang berpendapat bahwa sistem itu fungsi utamanya lebih kepada bagaimana kita membangun hubungan dengan customer?

Jadi kita melihat kepada text book mengenai CRM, memang inti dari sistem CRM adalah untuk membangun hubungan dengan customer/klien.

Contohnya perihal sharing data customer. Bagi sales dan marketer, database customer adalah isu sensitif yang mereka tidak ingin sharing kepada rekan mereka yang lain. Alasannya adalah : persaingan.

Tapi di sisi lain, dengan sharing data customer kepada sesama sales dan marketer, sangat membantu penigkatan pelayanan suatu perusahaan kepada customer/klien mereka.

Jika dianggap sebagai tool yang sekedar membantu produktivitas karyawan, maka konsep CRM hanya sebatas : 'Melayani customer milik saya, tidak perlu menghiraukan customer lain di perusahaan ini yang bukan tanggung jawab saya'.

Bayangkan jika data seorang customer hanya bisa dilihat oleh satu salesperson saja. Saat salesperson tersebut tidak masuk karena berhalangan sakit, cuti, dsb, dan kebetulan customer/klien tersebut memiliki urusan yang tidak bisa ditunda terkait perusahaan kita, maka akan ada banyak waktu customer terbuang untuk menjelaskan duduk perkara dari awalnya, hal ini juga bisa mengurangi produktivitas karyawan.

Jadi harus bagaimana?

Pertama, semangat inti dari CRM harus ditanamkan kepada sales dan marketer yang ada dalam perusahaan. Bahwa tujuan utama yang ingin dicapai dari Customer Relationship Management adalah peningkatan kualitas relasi dengan customer/klien.

Kedua, untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar salesperson atau marketer, bisa dibuat pengaturan  level hak akses setiap user. Contohnya setiap user bisa melihat detail customer tersebut, tapi untuk mengeditnya atau menambah suatu opportunity, harus mendapat approval dari user 'pemilik' customer/klien tersebut. Pengaturan level akses seperti ini bisa difasilitas oleh SugarCRM.

Dalam SugarCRM, setiap user bisa diatur level hak aksesnya untuk setiap module. Level hak akses bervariasi dari : melihat informasi umum, edit, import, export, dsb.

12 Okt

Change Management untuk Implementasi Enterprise Content Management - Softbless

Implementasi Enterprise Content Management(ECM) System berbeda dengan implementasi software. Untuk software, kita bisa sekedar memberikan training kepada End User.

Tapi untuk sistem, selain training, ada change management yang perlu
dilakukan untuk mencapai suksesnya implementasi sistem, yaitu :

Sosialisasi Sistem kepada End User
Keterlibatan End USer ajak awal
ECM yang User oriented
Reward
Sosialisasi sistem kepada End User.

Sosialisasi perlu dilakukan agar User memiliki ekspektasi yang benar terhadap
sistem. Dan User bisa membayangkan bagaimana aktivitas yang akan dilakukan di
kemudian hari. Pada dasarnya manusia itu cenderung enggan untuk berubah dalam
segala hal, termasuk dalam aktivitas kantor sehari-hari.

Untuk mengurangi penolakan dari End User bisa dilakukan sosialisasi.
Sosialisasi yang bisa dilakukan bisa berupa :

Forum yang dihadiri pihak manajemen. Untuk memberikan sinyal bahwa
implementasi sistem ini didukung oleh pihak manajemen. Pendekatan Top-Down dalam
implementasi sistem cenderung lebih berhasil. Dalam forum ini jangan membahas
secara teknis tentang sistem ECM, namun lebih ke menekankan ke benefit dari ECM
ini

Jika tidak mungkin mengadakan forum, maka bisa melalukan pemberitahuan melalui
majalah perusahaan ataupun company newsletter

Keterlibatan End User sejak awal

Dari kick off project, End User harus senantiasa dilibatkan. Mereka bisa
ditanyai masukan-masukan yang berguna bagi mereka. Dengan seperti ini, End User
memiliki sense of belonging terhadap sistem ini. Masukan dari mereka mungkin
tidak bisa dipenuhi semua, tapi setidaknya dengan melibatkan mereka, mereka akan
lebih merasa memiliki kepentingan terhadap sistem ini.

ECM yang User Oriented.

Mayoritas ECM bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Namun yang paling
penting adalah bagaimana mengkustomisas sistem ECM agar User Oriented. Dimulai
dari hal-hal kecil seperti

Apa informasi yang harus ditampilkan di frontpage, saat user pertama kali
login

Struktur folder untuk divisi dalam ECM harus disesuaikan dengan struktur
folder yang sudah ada di masing-masing komputer End User.


Reward 

Untuk lebih memotivasi End User bisa juga digunakan reward, contohnya divisi
yang pertama kali menggunakan ECM secara full, akan mendapat reward contohnya
voucher belanja dengan nilai tertentu untuk setiap stafnya.