Saat memilih Document Management System (DMS), perusahaan perlu menentukan model deployment yang sesuai, yaitu cloud atau on-premise. Pilihan ini memengaruhi lokasi penyimpanan data, pengelolaan sistem, tingkat keamanan, dan biaya operasional dalam jangka panjang.Perbedaan Mendasar DMS On-Premise dan DMS Cloud
5 Faktor Penentu Memilih Model DMS
1. Kendali dan Keamanan Data
DMS cloud SaaS dikelola oleh vendor, termasuk infrastruktur dan keamanan sistem. Perusahaan tetap mengatur hak akses pengguna, tetapi sebagian pengelolaan teknis menjadi tanggung jawab penyedia layanan.
Jika perusahaan membutuhkan kontrol penuh terhadap data, on-premise lebih sesuai. Jika mengutamakan kemudahan pengelolaan, cloud SaaS dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
2. Kepatuhan Regulasi dan Lokasi Data Indonesia
DMS on-premise memberikan kontrol penuh atas lokasi penyimpanan data karena seluruh data berada di infrastruktur yang dikelola perusahaan. Hal ini dapat memudahkan pemenuhan persyaratan regulasi tertentu.
DMS cloud SaaS tetap dapat memenuhi kebutuhan kepatuhan selama penyedia layanan memiliki data center yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menerapkan standar perlindungan data yang memadai. Oleh karena itu, sebelum memilih layanan cloud, pastikan lokasi penyimpanan data, kebijakan pengelolaan data, serta komitmen kepatuhan vendor dapat diverifikasi dengan jelas.
3. Model Biaya: Langganan vs Beli Putus
DMS on-premise menggunakan sistem beli putus dengan investasi awal yang lebih besar untuk lisensi dan implementasi. Namun, perusahaan tidak perlu membayar biaya langganan rutin sehingga dapat lebih ekonomis dalam jangka panjang. Model ini cocok untuk perusahaan berskala menengah dan besar.
DMS cloud SaaS menggunakan model berlangganan dengan biaya awal yang lebih rendah. Sistem lebih mudah diadopsi, tetapi biaya akan terus berjalan dan dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna atau kebutuhan penyimpanan data, model ini cocok untuk perusahaan UMKM.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat biaya awal, tetapi juga mempertimbangkan total biaya kepemilikan dalam beberapa tahun ke depan agar investasi yang dipilih lebih sesuai dengan kebutuhan dan ekspansi bisnis perusahaan.
4. Pola Akses Pengguna
DMS on-premise cocok untuk perusahaan yang sebagian besar karyawannya bekerja di kantor dan menggunakan jaringan internal. Sistem dapat berjalan lebih stabil serta tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet publik. Akses dari luar kantor tetap dapat dilakukan melalui VPN.
DMS cloud SaaS lebih sesuai untuk perusahaan UMKM dan tim lapangan, atau karyawan yang bekerja secara remote karena dapat diakses dari mana saja melalui internet.
Selain itu, kondisi jaringan di lokasi operasional juga perlu dipertimbangkan. Jika koneksi internet sering tidak stabil, model on-premise dapat menjadi pilihan yang lebih andal untuk menjaga kelancaran akses dokumen dan operasional bisnis.
5. Kustomisasi dan Integrasi Sistem Internal
DMS on-premise memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk menyesuaikan alur kerja dan mengintegrasikan sistem dengan aplikasi internal seperti ERP, HRIS, CRM, atau sistem bisnis lainnya. Model ini cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan yang kompleks dan spesifik.
DMS cloud SaaS umumnya memiliki opsi kustomisasi dan integrasi yang terbatas sesuai fitur yang disediakan vendor. Sehingga tidak leluasa jika ingin melakukan integrasi dengan sistem lainnya.
Jika perusahaan memerlukan integrasi mendalam dan penyesuaian proses bisnis yang luas, on-premise lebih unggul. Sebaliknya, cloud SaaS lebih sesuai bagi perusahaan yang mengutamakan kemudahan implementasi dan kebutuhan yang tidak terlalu kompleks.
Model Mana yang Cocok untuk Perusahaan Anda?
Kondisi yang Mengarah ke On-Premise
- Cocok untuk perusahaan berskala menengah sampai berskala besar
- Beroperasi di industri dengan regulasi ketat.
- Mengelola data atau dokumen yang sangat sensitif.
- Membutuhkan kontrol penuh atas data dan keamanan.
- Memiliki jumlah pengguna yang besar dan stabil.
Kondisi yang Mengarah ke Cloud SaaS
- Cocok untuk perusahaan UMKM
- Sedang berkembang dan membutuhkan fleksibilitas.
- Tidak memiliki tim IT untuk mengelola server.
- Menginginkan implementasi yang cepat dengan biaya awal yang lebih rendah.
- Membutuhkan kapasitas yang mudah disesuaikan seiring pertumbuhan bisnis.
Pendekatan Softbless: DMS yang Anda Miliki Penuh
Platform dapat di-deploy pada on-premise server, private cloud, maupun infrastruktur seperti AWS dan Azure. Berbeda dengan model multi-tenant SaaS, data, konfigurasi, dan akses sistem tetap berada dalam kontrol perusahaan sehingga lebih mudah memenuhi kebutuhan security, compliance, dan data governance.
Solusi ini telah digunakan oleh lebih dari 40 perusahaan menengah dan enterprise di Indonesia, termasuk sektor perbankan, energi, perkebunan, manufaktur, dan farmasi yang membutuhkan tingkat keamanan, integrasi sistem, serta kepatuhan regulasi yang tinggi.
Sebelum menentukan model DMS, perusahaan perlu mengevaluasi kebutuhan bisnis, infrastruktur IT, anggaran, serta tingkat kontrol yang diinginkan terhadap data dan sistem.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Tidak. Cloud SaaS memiliki biaya awal lebih rendah dengan model subscription, sedangkan on-premise membutuhkan investasi awal lebih besar tetapi sering lebih hemat untuk penggunaan jangka panjang. Pilihan On-Premise akan lebih hemat untuk perusahaan berskala menengah sampai besar, sedangkan perusahaan UMKM cocok memakai cloud SaaS.
Bisa. Infrastruktur sistem dapat di-deploy di AWS, Azure, atau private cloud, tetapi data dan kontrol sistem tetap dimiliki perusahaan.
On-premise lebih mudah memenuhi persyaratan lokasi data. Cloud SaaS dapat digunakan jika vendor memiliki data center yang sesuai dan memenuhi kebutuhan compliance.
On-Premise: Cocok untuk perusahaan berskala menengah sampai besar, membutuhkan kontrol penuh, keamanan tinggi, dan integrasi sistem yang kompleks. Cloud SaaS: Cocok untuk perusahaan UMKM, yang mengutamakan fleksibilitas, implementasi cepat, dan biaya awal yang lebih rendah.
